Milan tersenyum ringan membaca pesan yang masuk lewat ponselnya.
tubuhnya menggigil kedinginan setelah diguyur hujan dalam perjalanannya.
Ditatapnya gedung yang ditujunya, dari kejauhan. Ia enggan meneruskan langkahnya lagi.
"Tepat seperti yang kuduga". Pikirnya dalam hati, mengingat surat yang ditulisnya tadi pagi.
bagaikan ditulis oleh seseorang dari masa depan, apa yang dia tulis benar-benar menjadi kenyataan.
"Dia belum datang ya?" Suara seorang wanita tua menyadarkan lamunan milan.
Milan hanya mengangguk perlahan.
"Terima kasih ya, udah mengijinkan saya berteduh disini". Kata milan kepada si wanita pemilik rumah.
"Nggak apa-apa kok, kasian kamunya udah kehujanan"
"Ya udah, saya harus pulang, anak tante hobi membaca kan? Ini kadonya buat dia aja" kata milan, sambil menyerahkan sebuah buku.
Buku, yang tadinya ingin diberikan kepada seseorang yang ditunggunya.
Milan kembali mengendarai motornya. Kali ini ke arah yang berlawanan. Waktunya tuk kembali ke rumah.
kembali, menunggu surat dari masa depan.
Posted via Blogaway
No comments:
Post a Comment