Joe terperangah saat ada suara seorang ibu memanggilnya.
“tante anne?” tanyanya.
Wanita itu hanya mengangguk perlahan.
Hati joe terketuk, ia tak menyangka, di tengah
kerumunan korban bencana alam yang sedang mendapatkan bantuan dari joe dan
teman-temannya, ternyata ada orang yang dikenalnya.
Joe menatap wanita yang berpenampilan lusuh itu. Matanya penuh harap
saat melihat joe.
“kalian sudah makan?” tanya joe lagi.
“kalian sudah makan?” tanya joe lagi.
“belum”. Jawab tante anne dan beberapa orang yang bersamanya.
Joe pun langsung berlari menuju kendaraan yang mengangkut logistik,
diambilnya sebanyak mungkin makanan yang bisa dibawanya, tuk dibagikan kepada
tante anne.
“Makasih banyak yah !” kata tante anne.
“rumah tante anne dimana?” tanya
joe.
“di belakang sana”. Jawab tante
anne sambil menunjuk daerah yang jauh di belakang
“ayo kita kesana” ajak joe.
“kamu beneran mau kesana?”jawab tante anne dengan agak ragu.
“ayo”. Jawab joe sambil
tersenyum
Tante anne lalu berjalan perlahan, sambil joe mengikuti di
belakangnya.
“dimana rumahnya?” kembali joe bertanya.
“disini !” bisik tante anne.
Joe hanya terdiam, ia tak tahu harus berkata apa lagi,
tante anne kini berdiri di atas puing-puing yang telah rata dengan
tanah.

No comments:
Post a Comment